Tired of work. Full-stack Developer: Excuse me.

Full-stack Developer adalah seorang ahli dibidang yang merangkap dua tugas sekaligus, yaitu sebagai Back-end dan Front-end. Dapat juga diartikan sebagai programmer yang bisa merancang aplikasi atau berupa website dengan menggunakan satu bahasa meliputi tampilan depan (Front-end), belakang (Back-end), dan database-nya atau seseorang yang sangat paham dan memiliki kemampuan untuk mengembangkan perangkat lunak komputer.

Untuk back-end dan front-end sendiri memiliki sifat yang lebih khusus dan spesialis tentunya dibanding full-stack yang cenderung lebih umum dan generalis. Namun, semua posisi memang membutuhkan mental dan kemampuan serta kemauan yang tinggi. Sebab, setelah tahun 2010 bahasa programming yang digunakan oleh tiga posisi tersebut ternyata sudah banyak bertambah. Maka, untuk menjadi salah satu dari ketiga posisi tersebut lebih baik yang selalu ingin maju dan belajar.

Baca Juga:  Mengenal profesi superstar seorang Data Scientist

Pekerjaannya memang sangat melelahkan, apalagi berkaitan dengan menulis program. Lalu mana yang lebih baik dari ketiganya? Tidak ada. Semua butuh pengorbanan dan pengetahuan diri sendiri akan kesanggupan dari pekerjaan tersebut.

Untuk Full-stack Developer akan sangat dibutuhkan apabila bekerja di perusahaan rintisan atau start up, karena perusahaan rintisan membutuhkan tenaga dan pikiran yang banyak dengan menyayangkan belum sanggupnya membayar banyak pegawai untuk kepentingan perusahaan. Terbayang kan bagaimana sulit dan melelahkannya pekerjaan ini? Tetapi sama seperti manusia, pekerjaan akan menemukan jodohnya pada waktu yang tepat. Maksudnya, akan ada pekerja yang mencintai pekerjaannya. Diluar dari gaji dan lamanya waktu yang dihabiskan.

Seorang Full-stack harus merawat sekaligus memperbaiki apa yang menjadi gangguan dari aplikasi atau website tersebut. Dengan tidak mengurangi rasa cintanya terhadap diri sendiri yang membutuhkan waktu istirahat sangat cukup. Akan tetapi, bukan berarti pekerjaan lain dapat dikalahkan atau direndahkan oleh pekerjaan ini. Semua sudah ada porsi lelahnya masing-masing.

Baca Juga:  Stimulator Haptik Lebih Dari Sekadar Cybersex

Pekerjaan apapun memang seharusnya mampu dipertanggungjawabkan, selelah apapun itu, sesulit apapun itu. Jadi tetaplah bersemangat, karena hanya ada dua pilihan: Cintai pekerjaan kita atau lakukan pekerjaan yang kita cintai.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button