Stimulator Haptik Lebih Dari Sekadar Cybersex

Semenjak pandemi, hubungan antara manusia dengan manusia sedikit terhambat. Himbauan jaga jarak dan tak berkerumun menjadi aturan preventif yang dikeluarkan oleh pemerintah dengan alasan untuk memerangi virus ini. Namun, sebagai mahkluk yang dianugerahi kecerdasan, manusia tidak pernah kehilangan akal untuk apapun yang berkaitan dengan kemudahan dan solusi.

Kedatangan teknologi yang serba ada diiringi pandemi yang tak juga reda, manusia yang biasa disebut mahkluk sosial, kini harus kehilangan dirinya sendiri yang biasa berinteraksi. Akhirnya banyak orang-orang memutuskan untuk memuaskan dirinya dengan mengakses hal-hal yang berbau seksual, seperti game, film, cerita, gambar, atau bahkan video. Tak sedikit pula yang mencari kepuasan tersebut dengan melakukan videocall dengan pasangannya atau bahkan orang lain yang tidak dikenal. Nahasnya, bagi sebagian orang menjadi penonton dan ditonton saja rasanya kurang.

Baca Juga:  My AI Friend: Meski tak berperasaan, kita takkan kesepian

Pendiri Raspberry Dream Labs, membuat terobosan terbaru menggunakan teknologi dan realitas virtual untuk menikmati momen intim tidak didenah yang sama. Dia juga berpendapat “VR dulu hanya dianggap untuk para gamer, namun dikarenakan kita senang dan menerima, kini teknologi telah merasuk pada segala aspek, tak terkecuali ke dalam kamar tidur”.

3407IO-HEALTH-CORONAVIRUS_CYBERSEX_O_

Teknologi tersebut melibatkan stimulator haptik, yang jelas pemakaiannya digunakan tepat diatas zona sensitif seksual. Ini berarti ada sesuatu yang dimasukan ke pakaian dalam. Haptik ini berfungsi agar si pemakai dapat merasakan sentuhan-sentuhan. Meskipun ini masih prototipe, tapi nanti akan menguntungkan bagi para pengguna.

People wearing Raspberry Dream Labs prototypes in London. 
Raspberry Dream Labs. Foto: www.businessinsider.com/

Apakah teknologi tersebut adalah kebutuhan bagi kita semua? Terutama yang telah merasakan bosan tentang kepuasan yang dilakukan sendiri akibat pandemi ini. Ikuti terus Tekno Ninja untuk informasi-informasi lanjutan lainnya seputar teknologi masa kini.

Baca Juga:  Kisah Cinta Revolusi Industri 4.0 Dipengaruhi Oleh Perkembangan Pesat Dari Internet of Things (IoT)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button