Pelihara ular bisa berpenghasilan dua digit. Jobseeker wajib nyoba!

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia meningkat menjadi 7,07 persen pada Agustus 2020. Tingkat Pengangguran Terbuka merupakan sebuah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah pekerja. Mengindikasikan besarnya persentase angkatan kerja yang termasuk dalam pengangguran. Variabel untuk menyusun indikator ini juga diperoleh dari Sakernas dan Sensus Penduduk.

Sebagai pengangguran, kita akan berusaha keras dan berpikir untuk mencari jalan keluar dari permasalahan ini, selain dengan berdagang. Bagi kalian yang begadang setiap malam demi menghasilkan pundi-pundi rupiah, namun belum juga memulai atau bahkan bingung harus berbuat apa selain main game dan scroll media sosial. Sangat dianjurkan untuk memelihara ular saja. Ular ini bisa membawa kalian masuk ke gerbang karir dan mampu membawa kalian untuk menjadi bagian dari perusahaan BUMN.

Ular ini sangat populer dikarenakan mudah beradaptasi, banyak bisanya, dan bebas. Ular ini bernama Python. Dilihat dari kebutuhan industri saat ini, ternyata ada satu pekerjaan yang berada diurutan kedua teratas yang sedang dicari oleh banyak perusahaan di LinkedIn, yaitu para pemelihara Python. Deskripsi pekerjaan seseorang yang senang memelihara dan bersahabat dengan Python adalah mengendalikan teknologi pengolahan data dan juga menganalisis berbagai jenis data dalam jumlah yang sangat banyak (Big Data).

  • Apa itu Python?
    Python adalah bahasa pemograman yang sangat populer dan dipakai oleh para pratisi data. Bahasa ini, dibuat oleh Guido van Rossum dan pertama kali dirilis pada tahun 1991. Bahasa ini memiliki perusahaan induk, yaitu The Python Software Foundation. Sebuah organisasi organisasi nirlaba Amerika yang dikhususkan untuk bahasa pemrograman Python, diluncurkan pada 6 Maret 2001.
  • Mengapa Python populer?
    Karena python memiliki sintaks yang disederhanakan untuk memberi lebih banyak penekanan pada natural languange. Selain itu, seperti yang telah disebutkan diparagraf awal.
    1. Mudah beradaptasi.
    Artinya bahwa bahasa pemograman ini mudah dipelajari dan diaplikasikan, karena memiliki struktur yang sederhana serta keyword yang sedikit (Easy to code).
    2. Banyak bisanya.
    Bahasa ini terbilang banyak bisanya, karena memiliki banyak library.
    Library adalah istilah untuk kode tambahan dengan tujuan agar memudahkan penulisan tanpa harus menulis kode mulai dari dasar. Library pada python seperti sklearn, pytorch, tensorflow, dan lain sebagainya adalah beberapa library yang sangat membantu dalam proses mengolah data.
    3. Bebas.
    Maksud bebas ini adalah bahasa pemograman python bersifat open source. Jadi, siapapun bisa menggunakan python untuk menciptakan dan mengembangkan sebuah program.
    Python juga bersifat close platform yang artinya bisa dijalankan pada banyak sistem operasi, seperti Linux, Windows, UNIX, dan Mac OS.
  • Bagaimana menjalankan program Python?
    Saat kode berjalan dan ditemukan adanya sebuah kesalahan, maka eksekusi akan dihentikan. Tetapi jika tidak ada, maka akan ditampilkan pada jendela output.
    Pertama, Interpreter membaca kode python dan memeriksa sintaks atau kesalahan format. jika ditemukan beberapa kesalahan maka eksekusi akan dihentikan. jika tidak ada kesalahan yang ditemukan maka penerjemah menerjemahkan kode python ke dalam bentuk yang setara atau kode byte. kemudian kode byte dikirim ke mesin virtual python (PVM).
Python code execution

Tertarikkah untuk memelihara bahasa pemograman python? Selain banyak dicari perusahaan dan maraknya perusahaan rintisan sekitar tahun-tahun kedepan, ada penghasilan atau gaji yang menggiurkan untuk para pengolah data. Memang bukan hal yang mudah untuk bisa cepat mengusainya, namun tidak terlambat untuk mulai mempelajarinya.

  • Apakah pekerjaan ini harus dengan background pendidikan IT?
    Jawabannya adalah tidak. Semua orang bisa mempelajarinya dan mengambil posisi sebagai pratisi pengolah data, salah satunya adalah data scientist atau data analyst.
  • Perusahaan mana yang telah menjadi contoh bahwa posisi tersebut layak diisi oleh siapapun?
    Salah satunya adalah Telkom Indonesia. Perusahaan BUMN yang merekrut banyak orang sesuai dengan kebutuhan dari posisi tersebut dengan melihat skill dari para pelamar. Dengan program CODEX miliknya yang juga bekerjasama dengan academy online yang memprioritaskan lulusan dari academy tersebut.
  • Apa itu CODEX?

    CODEX adalah tim khusus yang didukung oleh Telkom Indonesia dan mengelola Digital Talent Cycle. Dengan memiliki fokus, yaitu melayani orang / talenta berkualitas untuk membangun layanan digital dan juga mentransformasikan Telkom Indonesia dari Perusahaan Telco menjadi Perusahaan Telco Digital.
Baca Juga:  My AI Friend: Meski tak berperasaan, kita takkan kesepian
  • Academy Online apa yang bekerjasama dengan CODEX?

    Academy ini merupakan academy non formal yang mengajarkan siapapun tanpa melihat background pendidikan. Salah satunya adalah DQLab.
    Human Resource Codex atau Telkom akan memprioritaskan pelamar lulusan DQLab dengan melihat CV dan tentu saja melihat project-project apa saja yang telah dikerjakan selama menjadi pelajar di DQLab.
    DQLab telah bekerjasama dengan banyak perusahaan, seperti Tokopedia, Shopee, Bareksa, Dana, dll. Selain mendapatkan ilmu dan sertipikat kelulusan dari DQLab, para pelajar atau peserta belajar dapat mengikuti challenge dan project yang telah disediakan DQlab untuk menambah pengalaman pada Curriculum Vitae yang tentunya setelah lulus, DQLab memberikan fasilitas Job Career tidak hanya dengan CODEX.

Untuk para Jobseeker, semangat untuk menambah keahlian dan pengetahuan agar bisa dilirik oleh banyak perusahaan. Semoga segera mendapatkan pekerjaan dimasa pandemi seperti ini.

Baca Juga:  Mengenal profesi superstar seorang Data Scientist

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button