Kisah Cinta Revolusi Industri 4.0 Dipengaruhi Oleh Perkembangan Pesat Dari Internet of Things (IoT)

Pernah tidak merasa nyaman seolah didalam pangkuan, merasa sangat dikasihi sebagaimana sepasang kekasih, merasa satu frekuensi dalam gelombang yang hitungannya tidak jelas? Pernah tidak mencintai seseorang dengan mengenalnya didunia maya? Pernah tidak takut kehilangan seseorang yang bisa kita nikmati hanya melalui layar datar yang disebut smartphone?

Mari! Kita bahas dahulu apa itu Internet of Things. Dimasa sekarang, semua menjadi mudah dengan adanya internet. Bahkan, internet sudah mendominasi semua aspek. Konsep Internet of Things ini mudah di ingat dengan 3 huruf, yaitu IoT. Sedang, bagi rakyat yang berada dibawah pemerintahan Indonesia akan lebih lancar mengucapkannya dengan istilah Internet untuk Segala. Internet untuk Segala atau Internet of Things (IoT) merupakan sebuah konsep yang memiliki manfaat dari konektivitas internet yang mampu mentransfer data tanpa memerlukan interaksi dari manusia ke manusia. Dengan adanya konsep tersebut, manusia produktif berlomba-lomba memecahkan solusi dari mageran, tetapi tetap berpenghasilan. Hebatnya konsep ini mampu diterapkan ke benda-benda yang ada disekitar kita dalam berbagai sektor.

Internet of Things (IoT) ini memiliki konsep yang sangat menarik dan membuat manusia dipaksa hidup cerdas. Semua bisa dikendalikan dengan adanya internet, namun bukan berarti skripsian akan selesai hanya dengan membuka laptop sedangkan usernya sibuk di youtube. Selain benda mati yang sanggup dikendalikan oleh jaringan komunikasi yang menghubungkan komputer dengan berbagai tipe dan jenis, termasuk si kecil perasa bernama hati. Di era revolusi Industri 4.0 semua orang mampu melakukan interaksi dengan banyak orang diberbagai belahan negara sekalipun, apalagi hanya beda provinsi atau pulau yang masih berada diwilayah perairan Indonesia.

Baca Juga:  Tired of work. Full-stack Developer: Excuse me.

Melalui internet, komputer satu akan terhubung dengan komputer lainnya. Itu alasan mengapa seseorang mampu melihat jelas paras indah yang berada dalam layar datar seolah sedang bertatap muka, mendengar suara seseorang yang menurut para pengguna twitter telefonable, juga beberapa teks yang bisa kamu baca disetiap pagi sebelum memulai aktifitas. Keren kan? Hatimu melambung tinggi setiap ada notifikasi masuk, terlebih dari seseorang yang berada di antah berantah sana.

Internet of Things (IoT) melakukan banyak perubahan pada dunia. Termasuk negara berpancasila yang kita sebut dengan nama akrabnya, yaitu Indonesia. Di beberapa kota, seperti Bandung dan Surabaya sudah menjadi contoh dari penerapan IoT itu sendiri dengan fokus mengembangkan smart city. Adanya fasilitas internet gratis atau free wifi pun membuat banyak orang tidak perlu merasa resah. Mudah sekali bukan untuk mendapatkan akses internet? Tetapi, hanya modal internet dan pesan singkat mengapa masih dianggap sebuah perjuangan?

Baca Juga:  Mengenal profesi superstar seorang Data Scientist

Dalam hal ini kita akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan internet. Resah jika belum mengabari seseorang yang disana sebenarnya entah peduli atau tidak, sebab semua yang terjadi mampu dimanipulasi. Di layar datar kebangganaan memang mampu menampilkan wajahnya dan semua yang ada disekitar, tetapi tidak untuk perasaan. Dalam kasus ini, banyak sekali warga twitter yang telah gagal berkali-kali dengan kisah cinta pada revolusi industri 4.0, hebatnya mereka tak pernah jera.

Setelah tahu kasus tersebut banyak dialami dan terjadi pada daerah kota/kabupaten di Indonesia, ini menjadi kemajuan bahwa manusia dipaksa cerdas dan mampu menggunakan IoT dalam kehidupan sehari-hari atau menjadi sebuah kesalahan karena telah mencintai seseorang melalui konsep Internet untuk Segala? Dari sini kita paham ternyata, Internet of Things (IoT) tidak hanya mengendalikan dunia, tetapi juga hati manusia.

Related Articles

3 Comments

  1. dari sini akhirnya sadar bahwa zaman sekarang sebagian dari karakter kita bisa terbentuk dari internet, medsos, berita, dll.

  2. Intinya sih lebih harus jaga hati biar gak baper sama orang-orang yang kita kenal lewat dunia maya *apalagi anak Twitter upps🙊

  3. Manusia cukup jadi pencipta dan penikmat teknologi, tidak dengan menjadi objek yg mudah dikendalikan teknologi. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button