Docker: Pelantar virtualisasi level Sistem Operasi

Docker merupakan pelantara dari produk perangkat lunak yang digunakan sebagai alas untuk perangkat lunak lain diatasnya. Maksud dari Docker sebagai pelantara dikarenakan ia merupakan sebuah alas yang dapat menjalankan berbagai perangkat lunak.

Docker sendiri merupakan pelantar virtualisasi sistem operasi yang dapat diterjemahkan sebagai alas untuk mewujudkan sistem operasi, seperti halnya dengan Android. Android merupakan pelantar untuk membuka banyak aplikasi antara lain kamera, kalkulator, layar, dan lainnya. Jika masih bingung gunakan konsep sebuah tanah dan bangunan, dimana Docker sebagai tanah yang jelas diatasnya terdapat bangunan, mobil, sepeda motor, pohon jeruk, bunga, dan lain-lain.

Docker telah menjadi perhatian para developer sejak tahun 2013 dan pertama kali dirilis pada Juni tahun 2014. Untuk saat ini, Docker menjadi platform yang cukup populer dilingkungan atau sekitaran developer.

Baca Juga:  Artificial Intelligence Pada Industri 4.0. Rakyat Indonesia: Tidak Siap Nganggur.

Keunggulan Docker ini adalah sebagai berikut:

  1. Konfigurasi Sederhana.
    Konfigurasi yang sederhana yang sesuai dengan kebutuhan aplikasi yang sedang dijalankan.
  2. Platform Multi-cloud.
    Dapat disebut flesibel, karena dapat dijalankan diberbagai platform cloud.
  3. Standarisasi lingkungan dan pembaruan versi.
    Saat terjadi sebuah kesalahan, ia memiliki fitur yang dapat melakukan roolback ke versi sebelumnya.
  4. Pengujian dan distribusi.
    Melakukan pengujian dengan mudah dan perbaikan dengan cepat.
  5. Isolasi.
    User bisa menyesuaikan kebutuhan tanpa mempengaruhi konfigurasi.
  6. Keamanan.
    Mampu mengatur OS Host mount point dengan read-only, maka tidak bisa merubah konfigurasi apapun.

Mudahnya, Docker adalah sebuah teknologi container software open source yang memungkinkan Anda untuk membangun, menguji, dan menyebarkan aplikasi terdistribusi dalam lingkungan yang terisolasi.

Baca Juga:  Tired of work. Full-stack Developer: Excuse me.

A container is a standard unit of software that packages up code and all its dependencies so the application runs quickly and reliably from one computing environment to another.” — @sifonvebok

Ada beberapa fungsi container tersebut, yaitu:

  1. Menjalankan aplikasi beserta dependenciesnya secara terisolasi seperti virtual machine
  2. Meski terisolasi, container umumnya punya manajemen network, data, dana lainnya
  3. Container memungkinkan menjalankan sebuah aplikasi secara langsung di os host dan lain lainnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button